Bg

Berita - FUD -

Program Studi IAT Adakan Seminar Nasional dengan tajuk Mendedah Posisi Etnografi dalam Living Qur’an

14 Mei 2024

Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) mengadakan Seminar Nasional dengan tema Mendedah Posisi Etnografi dalam Living Qur’an”, pada Senin (13/5), di aula FUD. Narasumber dari acara ini adalah Ahmad Rofiq, Ph.D dan Muhammad Zamzam Fauzanafi, Ph.D. Acara ini dihadiri juga juga oleh, Dekan FUD, Dr. Kholilulrrahman, Ketua Jurusan Ushuluddin dan Humaniora, Ari Hikmawati, M.Pd., Koordinator Program Studi (Korprodi) IAT,  Siti Fathonah, M.A.

Acara kemudian dibuka dengan sambutan dari Dekan FUD, yang menyampaikan harapannya agar seminar ini bermanfaat untuk mahasiswa. Salah satunya bisa memotivasi mereka untuk belajar ke luar negeri.

“Pada seminar ini, teman-teman mahasiswa IAT akan bertemu dengan orang-orang yang ilmunya luar biasa. Semoga semakin menambah motivasi belajar, dan mendapat keberkahan Al-Qur’an. Pesan saya, kepada mahasiswa untuk tidak lupa membaca Al-Qur’an setiap hari,” terang Dr. Kholilulrrahman.

Sebelum memasuki acara inti, Korprodi IAT, Siti Fathonah, M.A. yang sekaligus menjadi moderator dalam seminar ini menyampaikan curiculum vitae dari masing-masing pemateri. Kedua narasumber merupakan penjelajah Eropa yang pernah menempuh pendidikan tinggi di Amerika dan Inggris.

Kemudian, masuk pada acara inti, yaitu penyampaian materi dari Ahmad Rofiq, Ph.D. Dalam pemaparan materinya, Ahmad Rofiq, Ph.D menyampaikan tentang dua buku yang berkaitan dengan living Qur’an.

“Buku dengan judul The Art of Reciting the Qur’an karya Kristina Nelson menceritakan tentang Abdul basid Abdul Shomad. Menurut orang Indonesia, beliau adalah orang pertama yang bacaan Al-Qur’annya direkam, lalu menyebar secara masif lewat kaset. Kemudian menjadi standar MTQ di Indonesia, Malaysia, Brunei bahkan Arab Saudi,” terang Ahmad Rofiq, Ph.D.

Selain itu, Ahmad Rofiq, Ph.D juga memaparkan isi buku The Walking Qur’an yang menceritakan tentang sekolah menghafal Qur’an di Sinegal yang sangat tradisional. Sekolah ini berdiri pada masa kolonialisme Prancis. Kemudian adalah pemaparan materi dari narasumber yang kedua yaitu Muhammad Zamzam Fauzanafi, Ph.D yang membahas tentang riset etnografi.

“Etnografi adalah menafsirkan dan menampilkan kebudayaan masyarakat. Metode ini harus tinggal bersama, dan mengalami kehidupan yang diteliti. Sedangkan etnografi dalam living Qur’an maka kita meneliti orang-orang yang menghidupkan Al Qur’an,” terang Muhammad Zamzam Fauzanafi, Ph.D.

Seminar nasional ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta yang hadir. Acara kemudian ditutup dengan pembagian sertifikat kepada masing-masing peserta.