Loading...

Bancaan RA. Kartini Versi FUD UIN Surakarta

21 April 2026 13:33 WIB 11
Baca

FUDNews - Peringatan hari lahir tidak selalu identik dengan perayaan yang bersifat seremonial, setidaknya hal itu terjadi di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta). Setiap tanggal 21 April, seluruh rakyat Indonesia mengenang lahirnya seorang pahlawan yang berkhidmat dalam memperjuangkan hak perempuan dalam mendapatkan pendidikan sehingga kedudukannya bisa sejajar dengan kaum laki-laki. Adalah Raden Ajeng Kartini seorang putri dari Bupati Jepara yang merupakan simbol emansipasi kaum perempuan.

"Alhamdulillah para dosen dan tendik FUD memperingati hari lahirnya Kartini dalam versinya sendiri" ungkap Dr. Nur Sidik selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama di ruang kerjanya pagi ini (Selasa, 21/4/2026). Jika selama ini, lanjut Sidik, biasanya kegiatan peringatan hari pahlawan dilakukan dalam kegiatan seremonial seperti upacara dan sebagainya, maka kali ini FUD menyelenggarakan kegiatan dengan membacakan maulid Nabi Muhammad Saw. "Kita sengaja melakukannya di Gedung FUD Lt. 2 karena kegiatan ini bersifat umum dan terbuka untuk siapa saja" lanjut Sidik. Pada kesempatan ini dihibur oleh kelompok hadroh Sunan Pandanaran FUD UIN Surakarta.

Dalam arahannya, WD III menjelaskan bahwa pemikiran Kartini dalam bentuk surat yang diterima oleh sahabatnya orang Belanda bisa dikumpulkan dalam sebuah buku yang kemudian diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Secara umum pemikiran Kartini adalah tentang kesamaan antara laki-laki dalam berbagai bidang dasar seperti memperoleh pendidikan dan pekerjaan. dimana perempuan barat mencengkeram kuat dalam nadi kehidupan bangsa Indonesia dimana secara umum laki-laki diberi hak dan kebebasan dalam segala urusan, sementara perempuan dianggap hanya sebagai pelengkap saja. (Editor : Tris) Foto : Mastr