Loading...

KPI Diskusikan Reportase Melalui Buku

3 Juni 2026 12:24 WIB 13
Baca

FUDNews - Banyak cara dilakukan oleh prodi di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta demi mencapai tujuan peningkatan kualitas mahasiswanya, salah satunya dilakukan oleh prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Seperti diungkapkan Joni Rusdiana, M.I.Kom selaku Kaprodi KPI, Rabu pagi ini (3/6/2026) di Aula Lt. 2 Gd. FUD komplek kampus UIN Surakarta kampus Pucangan Kartasura dilakukan diskusi buku yang sarat dengan pengetahuan jurnalistik di lapangan. "Pagi ini kita membahas buku yang berjudul Tersungkur dan Tetap Melawan dari sisi kajian kondisi para jurnalis di lapangan saat melakukan reportase" kata Joni.  Dirinya menegaskan bahwa kegiatan ini mutlak diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman kepada para mahasiswa khusus KPI yang akan terjun di dunia jurnalistik khususnya tentang reportase dan hal-hal yang mungkin akan mereka hadapi kelak. 

Menghadirkan Bambang Nuryanto dari Jogja, Hanifah Islamiyah seorang akademisi dari Solo, serta Abraham Zakky Z seorang dosen KPI UIN Surakarta, sebagai para pembicara; kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa KPI lintas semester. Diskusi mendalam bukan hanya pada konten buku ini saja, akan tetapi juga berbagai hal yang terlibat dalam teknik reportase berdasar pada buku ini. Dipandu oleh Nur Fatimah yang juga dosen di prodi KPI, acara ini berlangsung seru hingga seluruh peserta tidak beranjak dari tempatnya hingga selesainya acara. Konsep acara yang diusung adalah diskusi santai namun terarah.

Di sela kegiatannya, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan FUD, Dr. Lukman Harahap saat dimintai pendapatnya mengatakan bahwa kegiatan semacam ini adalah bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan kemampuan para mahasiswanya. "Kita semua sangat mendukung kegiatan ini, apalagi yang dibahas adalah tentang pentingnya reportase dan teknik-tehnik reportase yang benar" kata Lukman. Dirinya berharap agar kedepan akan ada lebih banyak lagi diskusi yang sifatnya pragmatis seperti ini, agar bisa menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk lebih siap lagi dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. "Jika para mahasiswa telah memiliki bekal yang cukup, bisa jadi mereka akan berani memasuki dunia kerja sejak sekarang sehingga begitu lulus mereka akan langsung bisa terserap oleh dunia kerja tanpa ada kebingungan lagi" tegas Lukman. (Editor : Tris) Foto : Istimewa