Surakarta, 15 November 2024 – UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta, bekerja sama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, menyelenggarakan seminar nasional bertema "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penelitian, Publikasi, dan Layanan Informasi" di Ruang Teater SBSN Lantai 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini berlangsung hingga pukul 11.15 WIB dan dihadiri oleh berbagai akademisi, peneliti, pustakawan, arsiparis serta para dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan perpustakaan daerah.
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala UPT Perpustakaan, Mokhamad Zainal Anwar, S.H.I., M.S.I., yang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya seminar ini, termasuk Bank Indonesia dan narasumber yang hadir. “Kegiatan ini sangat penting bagi civitas akademika untuk merespons perkembangan teknologi dan berbagai aplikasi dalam kegatan akademik. Ke depan, Perpustakaan akan menjadi ruang diskusi berbagai isu mutakhir dalam dunia riset, publikasi dan layanan informasi,” imbuh Zainal.

Sambutan juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. R. Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag., yang sekaligus membuka acara seminar ini. Dalam sambutannya, Dr. Lukman menekankan pentingnya pemanfaatan AI dalam menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia pendidikan. “Kita tidak mungkin lepas dari perkembangan teknologi dan media. Yang perlu kita lakukan adalah melakukan adaptasi dan memiliki rambu etika agar semua menjadi terang benderang dan saling menopang kemajukan akademik,” ujar Lukman.
Acara dilanjutkan dengan keynote speech yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat. Dalam pidatonya, Dwiyanto menyatakan bahwa AI telah menjadi komponen penting dalam mempercepat pengolahan data dan pengambilan kebijakan, serta memperkuat berbagai inisiatif berbasis data, terutama dalam sektor ekonomi dan digitalisasi.“AI berpotensi besar dalam mendukung stabilitas ekonomi, namun perlu diingat untuk tidak mengabaikan aspek etika dalam pemanfaatannya,” kata Dwiyanto
Paparan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., Kepala Sub Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa tren digitalisasi telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia. “Tantangan terbesar bagi generasi digital native adalah bagaimana menggunakan AI secara bijak dalam riset dan proses akademik,” ujar Kafid.

Seminar ini juga menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Akhmad Anwar Dani, S.Sos.I., M.Sos.I., dan SF. Lukfianka Sanjaya Purnama, M.A. Dr. Akhmad Anwar Dani memberikan penjelasan mengenai adopsi penggunaan generatif AI, termasuk perbedaan antara AI dan generatif AI, serta penerapannya dalam berbagai bidang seperti pembuatan konten, analisis data, hingga penyusunan materi presentasi. Ia juga mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan AI, terutama dalam hal penghargaan terhadap hak asasi manusia dan integritas akademik.
SF. Lukfianka Sanjaya Purnama, M.A. melanjutkan dengan menjelaskan lebih lanjut tentang potensi besar yang dimiliki AI dalam bidang pendidikan, terutama dalam meningkatkan literasi AI di kalangan mahasiswa dan dosen. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab, serta perlunya aturan yang jelas untuk membatasi penggunaannya, agar tidak disalahgunakan dalam konteks pendidikan.
Di akhir sesi, peserta seminar diberikan kesempatan untuk bertanya kepada para narasumber. Beberapa topik yang dibahas dalam sesi tanya jawab antara lain adalah bagaimana cara membedakan tulisan yang dihasilkan oleh AI dengan tulisan asli, serta bagaimana generasi Z harus merespon perkembangan pesat teknologi AI. Para narasumber juga memberikan solusi terhadap dampak negatif penggunaan AI, seperti potensi plagiarisme dan kesenjangan akses, serta pentingnya pengembangan keterampilan yang relevan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin didominasi oleh teknologi.
Seminar ini ditutup dengan harapan besar agar pemanfaatan AI dapat dioptimalkan di berbagai sektor, khususnya dalam dunia pendidikan, tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan integritas. Seminar ini juga menjadi wadah penting untuk berbagi wawasan mengenai tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh teknologi AI, serta bagaimana akademisi dan praktisi dapat berkolaborasi untuk memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan AI dalam penelitian, publikasi, dan layanan informasi, serta mampu mengaplikasikan teknologi ini dengan bijak dan efektif di bidang masing-masing.
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum