Loading...

Dari Kampus ke Dunia Nyata: Menggali Potensi Diri Bersama Dekan FUD Pada Acara Orientasi Mahasiswa Baru Semester Gasal Tahun 2025/2026

21 Agustus 2025 14:33 WIB 9
Baca

Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) semester gasal tahun akademik 2025/2026 pada hari Rabu (20/08/2025), bertempat di Gedung C UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini merupakan orientasi bagi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang bertujuan untuk memperkenalkan mereka pada lingkungan akademik dan kehidupan kampus. 


Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. H. Kholilurrohman, M.Si., membuka rangkaian acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan pesan penuh makna. Ia mengajak para mahasiswa baru untuk mensyukuri kesempatan bisa diterima di FUD.
Dalam paparannya, Dr. Kholilurrohman M.Si., memperkenalkan semboyan FUD sebagai "Penjaga dan Penyebar Al-Qur'an". Semboyan ini memiliki kaitan erat dengan salah satu materi utama yang akan dipelajari mahasiswa, yakni tentang keindahan bahasa Al-Qur'an. Sebagai contoh, Dr. Kholilurrohman menjelaskan keunikan susunan kata dalam Surah Al-Fatihah. Menurutnya, jika dicermati, gaya bahasa pada akhir setiap ayat memiliki nada yang senada, baik diakhiri huruf "nun" maupun "mim". Keindahan sastra Al-Qur'an ini diyakini olehnya bukan hanya terjadi pada Surat Al-Fatihah, melainkan hampir di seluruh surah dalam al-Qur'an.

Sastra Al-Qur'an yang luar biasa ini bahkan membuat penduduk Arab pada masa itu, yang dikenal memiliki keahlian sastra tinggi, merasa takjub dan heran. Maka dalam surah al-Hasyr ayat 21 berbunyi ;
لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُۥ خَٰشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya ; “Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.”
Dr. H. Kholilurrohman, M.Si., menyebut bahwa ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur’an hanya bisa diterima di dadanya Nabi Muhammad saw, selain itu tidak ada yang mampu menerima dahsyatnya kekuatan Al-Qur’an hingga diumpamakan gunung akan meledak dan terpecah belah tidak mampu untuk menerima firman Allah.
Dr. H. Kholilurrohman, M.Si., memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa baru agar tidak ragu dalam menempuh pendidikan. Ia mendorong para mahasiswa untuk memiliki keyakinan kuat bahwa mereka dapat lulus tepat waktu, yakni pada semester 8. Selain itu, Dr. Kholilurrohman menekankan pentingnya menguasai bahasa asing, baik bahasa Arab, Inggris, maupun Mandarin. Menurutnya, kemampuan ini merupakan bekal penting untuk mengembangkan soft skill dan membuka peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui jalur beasiswa. Saat ini, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu syarat utama untuk mendapatkan beasiswa.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan visi FUD untuk memperluas jejaring internasional. Dr. Kholilurrohman mengajak mahasiswa untuk mulai membuat paspor pada semester 5, agar mereka memiliki pola pikir global. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini FUD telah memberangkatkan 27 mahasiswa KKN ke Thailand. Ia berharap, pada tahun 2026 atau 2027, FUD dapat melakukan KKN di Eropa. Selain itu, FUD juga berencana menjalin kerja sama dengan universitas di Tiongkok. 
Menyikapi perkembangan zaman, Dr. Kholilurrohman mengingatkan bahwa keterampilan di bidang teknologi informasi (IT) atau komputer adalah hal yang wajib dikuasai. Ia menegaskan, mahasiswa yang tidak menguasai keterampilan ini akan tertinggal. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mahasiswa baru mulai mempersiapkan diri dengan mencari teman atau komunitas yang ahli dalam bahasa asing dan IT. Selain itu, mengisi liburan dengan mengikuti kursus bahasa juga bisa menjadi pilihan untuk mengasah kemampuan.

Sebagai mahasiswa jangan berhenti untuk berlatih mengenai ilmu metodologi riset, ini menjadi kunci penting dalam menyelesaikan tugas akhir agar tidak mengalami kesulitan. Sering berlatih dalam menulis artikel, media, atau sejenisnya agar terbiasa dengan pola-pola riset akademik.
(Penulis ; Alvin Noor Sahab Rizal)