
FUDNews - Menjawab tantangan upaya menjadikan mahasiswa kritis dan kreatif namun masih tetap memiliki kesadaran diri dalam berbudaya bercirikan ke-Indonesia-an, Dema Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta menggelar Workshop bagi para mahasiswa pada Senin (18/5/2026). Bertempat di Gd. SBSN Lt. 1 komplek UIN Surakarta kampus pusat Pucangan Kartasura, workshop setengah hari ini mengangkat tema : Kultural vs Viral: Aktualisasi Mahasiswa dalam Perkembangan Intelektual Budaya di Era Digital dengan menghadirkan para pemateri yang sangat berkompeten di bidangnya.
Diangkatnya tema tersebut adalah bagian dari kepekaan Dema FUD melihat kondisi derasnya arus digital dan budaya viral yang berkembang sangat cepat tanpa bisa dibendung lagi yang tentu saja menyeret para kaum muda di mana para mahasiswa berada di dalamnya lebih banyak menjadi penikmat tren tersebut. Faiz Umar Hakim Kaaf selaku Ketua Dema FUD mengatakan bahwa workshop ini adalah ruang belajar sekaligus refleksi bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana budaya, literasi, dan intelektualitas tetap relevan di tengah dunia digital yang serba instan. Hadirnya para pemateri Rendra Agusta,M.Sos. dari kalangan budayawan dan juga seorang konsultan, serta Tiwi Fadlilatul Azna, M.Ag. dari kalangan akademisi ini diharapkan akan bisa mengembangkan gagasan, literasi, dan karya ilmiah yang tetap relevan di era digital saat ini. Sekedar catatan, pemateri kedua adalah peraih Bronze Medalist dan Best Favorite Poster pada International Youth Summit 2024 di Universiti Putera Malaysia. Workshop ini menjadi semakin menarik dengan adanya diskusi yang dipandu oleh demisioner Dema.

Memberikan komentar terkait dengan kegiatan Dema FUD kali ini, Wakil Dekan III Bidang kemahasiswaan, alumni dan kerjasama Dr. Nur Sidik memberikan apresiasi yang mendalam atas program yang muncul karena adanya kondisi yang sedang terjadi secara umum di kalangan generasi muda. Dirinya sangat mendukung segala upaya untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa bukan hanya dalam akademik saja, akan tetapi juga memiliki kepekaan terhadap situasi yang ada. Menurut Sidik, melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan bekal dalam menyusun karya tulis ilmiah, tetapi juga memperoleh wawasan baru mengenai sastra dan budaya, memperluas cara pandang terhadap perkembangan budaya digital, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis sebagai mahasiswa. Workshop ini juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk membangun relasi, bertukar ide, dan mengembangkan potensi diri di lingkungan akademik yang lebih progresif dan kreatif. Selain itu, mahasiswa yang mengiktui kegiatan ini juga berkesempatan memperoleh golden ticket untuk mengikuti lomba essay nasional FUD Fest sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat literasi dan intelektualitas mahasiswa. Dengan semangat “kultural versus viral”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dihidupkan dan dikembangkan oleh generasi muda melalui pemikiran, tulisan, dan karya nyata. Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk lebih aktif dalam dunia literasi, budaya, dan pengembangan intelektual di era digital. (Editor : Tris/FUHK) Foto : Istimewa
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum