Loading...

FGD Perencanaan Berbasis Kebutuhan Stakeholder: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Dorong Integrasi Aspirasi dalam Perencanaan Strategis

19 Mei 2025 17:39 WIB 11
Baca

FUDNews – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Perencanaan Berbasis Kebutuhan Stakeholder, yang berlangsung di Lor In Hotel Syariah Solo pada Senin (19/5). Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun masukan strategis dari para pemangku kepentingan dalam rangka penyusunan rencana program yang lebih adaptif, partisipatif, dan berbasis kebutuhan riil yang berdampak positif.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. H. Kholilurrohman, M.Si yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya mendengar langsung aspirasi dari berbagai elemen yang terlibat dalam proses akademik dan sosial. “FGD ini menjadi wadah bersama untuk menyelaraskan arah pengembangan fakultas dengan dinamika kebutuhan stakeholder, baik dari sisi akademik, sosial keagamaan, maupun kemasyarakatan,” ujarnya. Selain itu Beliau juga mengutip QS Yusuf 46-49 dimana pada waktu itu bagaimana Nabi Yusuf dalam merencanakan saat panen raya, kemudian bagaimana saat paceklik dapat direncanakan sesuai dengan matang dan adaptif dengan kondisi pada saat itu, hal ini dapat menjadi pembelajaran dan inspirasi untuk kita semua, pungkasnya.

FGD ini menghadirkan narasumber utama Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., CRP., CFrA., CACP., seorang ahli di bidang perencanaan dan pengawasan internal kelembagaan. Dalam paparannya, Dr. Wahyu menekankan bahwa perencanaan berbasis kebutuhan stakeholder merupakan pendekatan yang menekankan partisipasi aktif, validasi kebutuhan lapangan, serta integrasi data dalam perumusan kebijakan. “Fakultas perlu membangun mekanisme perencanaan yang responsif dan transparan, agar setiap kebijakan memiliki dasar kebutuhan nyata, bukan hanya administratif,” terangnya.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur internal dan eksternal kampus, seperti dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra lembaga keagamaan, serta perwakilan masyarakat. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai isu yang diangkat, termasuk penguatan kurikulum berbasis keilmuan Islam transformatif, peningkatan daya saing lulusan, hingga perlunya kolaborasi riset berbasis sosial keagamaan. Hasil dari FGD ini akan dirangkum dan dijadikan bahan penting dalam penyusunan rencana kerja dan strategi pengembangan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah untuk periode mendatang.