FUDNews – Dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang mandiri dan berkualitas, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umroh RI bekerja sama dengan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta resmi membuka kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan I Tahun 2026.
Acara ini berlangsung di Hotel Islamic Center, Semarang, mulai tanggal 9 hingga 16 Januari 2026. Upacara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori’ dari Muhammad Yusuf, S.HI, perwakilan dari Kanwil Kemenag Jateng, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars UIN Raden Mas Said Surakarta, dan Mars Pembimbing Haji. Suasana religius semakin kental saat Dr. KH. Shodiq Hamzah memimpin pembacaan doa untuk kelancaran kegiatan selama sepekan ke depan.

Dalam laporan penyelenggaraannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. H. Kholilurrohman, M.Si., menyampaikan bahwa sertifikasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh pembimbing haji memiliki standarisasi kompetensi yang diakui negara. Sekjen DPP PFK-KBIHU Indonesia, KH. Cepi Supriatna., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pembimbing dalam menjaga kesehatan mental dan spiritual jemaah di tanah suci.
Pengarahan Kegiatan di sampaikan oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan komitmen universitas dalam mendukung penguatan literasi haji melalui jalur akademis dan praktis.
"Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan ikhtiar kita bersama untuk menjamin jemaah haji mendapatkan bimbingan ibadah yang sesuai syariat dan regulasi terbaru," ujar Prof. Toto.

Dalam sambutan Pembukaannya, Bapak H. Fitriyanto selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan beberapa poin krusial terkait urgensi sertifikasi pembimbing manasik haji di era modern, Beliau menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan instrumen penting untuk melakukan standarisasi kompetensi. Pembimbing harus memiliki kesamaan visi dan pemahaman regulasi agar tidak terjadi kebingungan di tingkat jemaah. Beliau mengapresiasi sinergi antara UIN Raden Mas Said dan PFK-KBIHU. Menurutnya, peran pembimbing profesional berbanding lurus dengan meningkatnya Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia. Pembimbing adalah ujung tombak pelayanan di lapangan.
Salah satu momen inti dalam upacara ini adalah prosesi penyerahan peserta sertifikasi secara simbolis dari Ketua DPW PFK-KBIHU Jawa Tengah yang diwakili oleh Dr. KH. Shodiq Hamzah kepada pihak penyelenggara akademis, yakni Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta yang diterima langsung oleh Dr. H. Kholilurrohman, M.Si.
Dengan dimulainya Angkatan I tahun 2026 ini, diharapkan lahir para pembimbing yang tidak hanya cerdas secara fikih, namun juga profesional dalam manajemen pelayanan jemaah. (HumasFUD)
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum