Loading...

FUD Gelar Bedah Pemikiran dan Peringatan 100 Hari Wafat Prof. Imam Sukardi

25 Februari 2026 18:01 WIB 17
Baca

 
FUDNews – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Bedah Pemikiran dan Peringatan 100 Hari wafat Almarhum Prof. Dr. H. Imam Sukardi, M.Ag, pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di Aula FUD Lantai 2.
Acara dibuka dengan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh Wakil Dekan I FUD, Dr. H. Lukman Harahap, sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada almarhum.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, seluruh Ketua dan Sekretaris Program Studi, para dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FUD. Acara juga turut dihadiri oleh perwakilan putera almarhum Prof. Imam Sukardi, menambah kekhidmatan dan nilai kekeluargaan dalam peringatan tersebut.
Dalam sambutannya, Dekan FUD Dr. H. Kholilurrohman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk refleksi akademik sekaligus penghormatan kepada para Founding Father FUD.
“Acara ini adalah refleksi dan penghormatan kita kepada para perintis FUD. Selain almarhum Prof. Imam Sukardi, kita juga mendoakan almarhum Habib Umar, almarhum KH. Hudaya, dan para tokoh lain yang telah berjasa besar bagi fakultas ini,” ujarnya.
Dekan juga mengenang perjumpaan terakhirnya dengan almarhum Prof. Imam Sukardi. Dalam pertemuan tersebut, Dekan sempat menanyakan resep menjadi seorang pemimpin. Almarhum menjawab dengan mengutip pemikiran Pramoedya Ananta Toer, bahwa seorang pemimpin harus memiliki empat unsur utama, yaitu cerdas, kekuatan, loyalitas, dan dana.
Acara dipandu oleh Siti Fathonah, M.A., selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, yang bertindak sebagai moderator.
Bedah Pemikiran Almarhum Prof. Imam Sukardi
Sesi inti bedah pemikiran menghadirkan tiga narasumber yang mengenang sosok dan kontribusi intelektual almarhum dari berbagai perspektif.
Dr. H. Lukman Harahap, M.Pd. menekankan karakter khas almarhum yang sederhana, tidak jaim, dan apa adanya.
“Beliau tidak pernah menjaga jarak. Bahkan saat menjabat rektor, beliau tetap membaur dan bergaul dengan dosen maupun karyawan biasa,” tuturnya.
H. Zaenal Muttaqin, MA., Ph.D., mengenang kedalaman keilmuan filsafat almarhum, baik dalam Filsafat Umum maupun Filsafat Islam. Ia mencontohkan diskusi almarhum mengenai prinsip Trias Politica yang dikaitkan dengan konsep pemikiran Ibnu Arabi.
Dr. Nur Sidik, M.Hum., menyampaikan bahwa Prof. Imam Sukardi merupakan guru spiritual baginya. Ia mengingat perjuangan almarhum sejak kampus masih berstatus STAIN hingga bertransformasi menjadi UIN.
Almarhum juga pernah menyampaikan konsep empat fase generasi, yakni:
Generasi Perintis
Generasi Pengembang
Generasi Penikmat
Generasi Penghancur
Rangkaian acara ditutup dengan buka puasa bersama, yang semakin mempererat kebersamaan seluruh sivitas akademika FUD dalam suasana penuh doa dan kenangan. (HumasFUD)