Loading...

FUD Gelar PESMA di PP Al-Muayyad Windan Sukoharjo

10 April 2026 14:36 WIB 22
Baca

FUDNews – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan PESMA (Pesantren Mahasiswa) bertempat di Pondok Pesantren Al Muayyad Windan, Sukoharjo. Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta ini mengusung tema “Spiritual Building Pesma FUD 1: Penguatan Manajemen Organisasi & SDM Berstandar Internasional.”

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni, Dr. Nur Sidik, S.Fil.I., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau memaparkan bahwa PESMA ke depan akan dikembangkan secara lebih sistematis melalui pembentukan kelas-kelas kepesantrenan yang terstruktur. Program tersebut mencakup penguatan Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Al-Qur’an dan Bahasa serta RAP, agar lebih tertata, produktif, dan mampu melahirkan karya ilmiah mahasiswa yang kompetitif.
Menurutnya, PESMA bukan hanya ruang pembinaan spiritual, tetapi juga wadah pembentukan karakter akademik dan kepemimpinan mahasiswa yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Acara inti menghadirkan narasumber Ahmad Zaki Ali, M.Hum., Asesor Sertifikasi LSP PMI BNSP. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun organisasi mahasiswa yang tertib, kuat secara sistem, dan siap bersaing di tingkat global.
Sebagaimana tertuang dalam materi, terdapat tiga prinsip utama yang menjadi fondasi penguatan organisasi dan SDM, yaitu:
“Mulai dari Tertib, Tumbuh, lalu Mendunia.”
Organisasi harus dimulai dari tata kelola yang rapi dan regulasi yang jelas agar mampu berkembang secara berkelanjutan hingga berdaya saing internasional.
“Lokal Kuat, Nasional Berdaya, Global Dipercaya.”
Mahasiswa perlu membangun kapasitas dari level lokal dengan kualitas yang kokoh, sehingga mampu berkontribusi di tingkat nasional dan mendapat kepercayaan di level global.
“Tertib Regulasi, Kuat Sistem, Dipercaya Dunia.” �
Penataan regulasi dan sistem organisasi menjadi kunci utama dalam menciptakan SDM unggul yang profesional dan berintegritas.
Ahmad Zaki Ali juga menegaskan bahwa kemampuan berdiplomasi dan berorasi tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui critical thinking, manajemen mental yang baik, serta kesiapan menghadapi tantangan global. Organisasi mahasiswa harus adaptif, memiliki mindset global, serta mengedepankan prinsip kolaborasi sebagai kekuatan utama.
Melalui kegiatan Spiritual Building ini, FUD berharap mahasiswa PESMA tidak hanya memiliki kedalaman spiritual, tetapi juga kecakapan manajerial dan kepemimpinan berstandar internasional, sehingga mampu menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi luas bagi masyarakat. (HRS)