Loading...

FUD UIN Raden Mas Said Gelar Bedah Buku dan Pelepasan Purna Tugas Prof. Dr. Hj. Erwati Aziz, M.Ag

10 September 2025 14:40 WIB 9
Baca

Surakarta – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar acara Bedah Buku “Penjual Kacimu Jadi Profesor” sekaligus Pelepasan Purna Tugas Prof. Dr. Hj. Erwati Aziz, M.Ag, pada Rabu (10/9/2025). Acara ini berlangsung di Gedung SBSN Lantai 1 UIN dengan dihadiri sekitar 170 undangan dari berbagai elemen dan instansi. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UIN Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag., Dekan FUD Dr. H. Kholilurrohman, M.Si., suami Prof. Erwati yakni Prof. Dr. H. Nashruddin Baidan, jajaran Senat UIN, serta para tamu undangan.

Dalam sambutan yang diwakili oleh Wakil Dekan I FUD, Dr. H. Lukman Harahap, M.Pd., Dekan FUD menyampaikan apresiasi atas pengabdian Prof. Erwati selama meniti karier akademik di UIN, khususnya di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. “Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya, semoga kisah perjuangan yang dituangkan dalam buku Penjual Kacimu Jadi Profesor dapat menjadi pelajaran dan inspirasi berharga bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutan pelepasan, Rektor UIN Raden Mas Said, Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag., menegaskan pentingnya menulis karya autobiografi sebagai warisan akademik. “Autobiografi seperti yang ditulis Prof. Erwati adalah karya ilmiah yang memiliki nilai akademis tinggi, karena mengungkap fakta-fakta baru dalam perjalanan hidup seseorang, sebagaimana pernah disampaikan Kuntowijoyo. Kami menghimbau para dosen yang mendekati purna tugas untuk menulis buku autobiografi. Terima kasih dan selamat purnatugas di usia ke-70 tahun, semoga Prof. Erwati senantiasa sehat, panjang umur, dan terus menginspirasi,” tutur Rektor.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Bedah Buku “Penjual Kacimu Jadi Profesor” yang dimoderatori oleh Dr. Hj. Ari Hikmawati. Dalam sesi tanya jawab, peserta banyak memberikan apresiasi atas perjuangan Prof. Erwati yang konsisten meniti pendidikan sejak masa kecil di Payakumbuh hingga mencapai gelar Profesor di Surakarta, meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi, kultural, serta manajemen waktu.

Acara ini ditutup dengan penuh kekhidmatan dan rasa haru, menandai perjalanan panjang seorang akademisi yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan Islam. (humasFUD)