
FUDNews - Terus mengambil peran dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang mampu memenuhi tantangan jaman, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta berencana untuk membuka Program Studi (Prodi) baru yaitu ilmu kesejahteraan sosial. Rencana prodi baru yang akan dibuka di FUD saat ini masih dalam proses telaah dari berbagai hal. Hal ini untuk mencegah munculnya permasalahan setelah prodi baru tersebut mulai dibuka.
Di depan para peserta workhop sehari ini (Rabu, 13/5/2026) yang menghadirkan para stakeholder dari pemerintah daerah Sukoharjo, Solo, dan daerah sekitarnya serta beberapa lembaga yang bergerak di bidang kesehatan; Dekan FUD UIN Surakarta, Dr. Kholilurrohman menyatakan bahwa bicara tentang kesejahteraan sosial harus didahului dengan kestabilan dalam berbagai hal. "Yang dimaksud dengan kestabilan bukan hanya sekedar uang, akan tetapi juga tentang kesiapan sumber daya manusia, manajemen, dan sebagainya" ungkap Dekan dalam sambutannya sesaat sebelum acara resmi dibuka. Workshop yang dilaksanakan di Aula Gd. FUD Lt. 2 di komplek UIN Surakarta kampus pusat Pucangan Kartasura. Dihadiri juga oleh jajaran Wakil Dekan FUD, workshop kali ini mengundang 2 orang tokoh yaitu Dodi Taresa H, M.Sc. dari Kementerian Sosial RI dan Cecilia Pereira, M.Sc. seorang akademisi dari Universitas Nasional Timor Leste.

"Secara prinsip ada hal yang perlu saya sampaikan bahwa terkait dengan prodi existing (prodi yang sudah ada - Red.) tidak akan dihapus" Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Surakarta Prof. Zainul Abas mengawali sambutannya. Terkait dengan prodi baru Ilmu Kesejahteraan Sosial, dirinya tidak menemukan nomenklatur tersebut dalam keputusan Dirjen di lingkungan Kementerian Agama. "Jika demikian maka prodi ini akan menjadi prodi umum" tegas WR I. Namun demikian Prof. Abas meminta agar memastikan dulu semua hal termasuk profil prodi dan serapan lulusan prodi tersebut.
"Dari gambaran awal yang kami terima termasuk di dalamnya peluang dari lulusan prodi tersebut, secara prinsip para pimpinan UIN Surakarta setuju dan mendukung berdirinya prodi umum tersebut" tandas WR I. "Atas nama Rektor yang saat ini kebetulan sedang menyelesaikan tugas di tempat lain, kami ucapkan terimakasih atas kehadiran serta masukan-masuk dari seluruh stakeholder dan undangan dalam kegiatan ini" pungkas Prof. Abas. Hingga kegiatan workshop ini diberitakan, acara masih berlangsung. (Editor : Tris) Foto : Mastr
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum