
FUDNews - Bagian dari dukungan peningkatan keilmuan dosen dan kualitas ekosistem akademis kampus, Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menggelar konsorsium keilmuan. Hadir sejumlah peserta yang terdiri Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Lukman Harahap, para dosen dan mahasiswa. Acara keilmuan yang dilaksanakan pagi ini (Rabu, 22/4/2026) bertempat di Ruang Rapat Gd, FUD Lt. 2 dengan pemantik dalam kegiatan diskusi keilmuan FUD kali ini adalah Dr. Ari Hikmawati yang akrab dipanggil dengan sebutan bu Nyai karena dalam kesehariannya mengasuh salah satu pondok pesantren di wilayah Solo raya.
Dalam paparannya yang berjudul Analisis semiotika Roland Barthes dalam penafsiran Al Qur'an, pemantik yang sekaligus adalah Koordinator Prodi IAT ini mengatakan bahwa semua ini berawal dari Al Qur'an sebagai teks suci memiliki kekayaan makna yang dinamis atau multidimensional sehingga tafsir yang dilakukan secara konvensional sering kali hanya berhenti pada makna literal atau tekstual saja. Oleh karena itu Ari berpendapat bahwa perlu adanya pendekatan semiotik modern seperti Roland Barthes untuk mengungkap makna terdalam dan konteks sosial budaya ayat.

Roland Barthes sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh strukturalis dan post-strukturalis yang berasal dari Perancis di era 70-an hingga 80-an. Dirinya membedakan pemaknaan dalam 2 tahap yang lebih dikenal dengan sistem signifikasi yaitu sistem linguistik atau denotasi dan sistem mitologi atau konotasi.
"Jika teori Barthes diterapkan dalam tafsir Al Qur'an, maka hal ini akan bisa digunakan untuk membongkar ideologi yang ada dibalik teksnya" kata Ari. Hal ini, lanjutnya, karena Al Qur;an menurutnya tidak hanya sekedar kumpulan kata akan tetapi merupakan simbol-simbol yang terstruktur. Ia juga menegaskan bahwa simbol-simbol yang ada dalam teks Al Qur'an akan menjadi aktif jika ditafsirkan.
Menurut Ari, berbagai keunggulan dari teori Barthes meski dihadapkan dengan adanya resiko, disimpulkan bahwa semiotika Barthes bisa menjadi salah satu alat yang efektif untuk memahami kedalaman makna Al Qur'an serta membantu menemukan relevansi ayat di era modern saat ini. (Editor : Tris) Foto : Mastr
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum