Loading...

Konsep Moderasi Beragama di FUD UIN Surakarta

2 Juni 2026 09:26 WIB 9
Baca

FUDNews - Salah satu program prioritas Kementerian Agama RI yaitu Penguatan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan yang didalamnya terdapat moderasi beragama, masih menjadi salah satu yang menarik untuk diperbicangkan secara online maupun offline. Hal ini sebagai respon atas banyak hal yang disebut dengan istilah intoleran terjadi di masyarakat sekarang. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta ikut ambil bagian dalam terus membumikan konteks moderasi beragama khususnya di kalangan mahasiswa di fakultas ini. Sebagaimana pagi ini, bertempat di Aula Gd. SBSN Lt. 1 komplek UIN Surakarta kampus pusat Pucangan Kartasura berlangsung seminar moderasi beragama yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari FUD yang terdiri dari 8 program studi.

Mengambil judul "Meneladani Moderasi Beragama Era Rasul dan Sahabat", seminar ini menghadirkan KH. Minanul Aziz Syathori, M.Ud. sebagai narasumber dengan pemantik KH. Dr. Kholilurrohman. Narasumber adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sragen yang juga seorang pengasuh di pondok pesantren di daerah Gondang Sragen. Lebih dari 100 mahasiswa FUD memadati ruang aula hingga sebagian peserta tidak mendapat tempat duduk. Meski begitu, tidak menyurutkan antusiasme para peserta dalam mengikuti seminar kali ini dimana narasumber membahas tuntas tentang moderasi pada jaman Rosululloh Muhammad Saw dan para sahabatnya dihubungkan dengan konteks kekinian. 

Dekan FUD yang sekaligus adalah pemantik dalam seminar ini, secara resmi membuka seminar usai memberikan arahan dan pokok pemikirannya tentang moderasi beragama. Dekan menegaskan bahwa bicara tentang moderasi adalah kerelaan dirinya untuk menerima perbedaan yang ada. "Konsep moderasi beragama adalah kerelaan diri sebagai individu dalam melaksanakan kehidupan beragama dengan mempertimbangkan keberadaan orang lain yang tidak memeluk agama yang sama" tandas Dekan. Menurutnya, sebagai individu yang beragama Islam maka wajib untuk meyakini bahwa agama ini lengkap dengan seluruh syariatnya adalah sebagai agama terbaik untuk dirinya. Namun begitu, lanjutnya, dalam melaksanakan praktik keagamaan hendaknya tetap menghormati umat agama lain yang juga melaksanakan praktik ibadah mereka sendiri. Dekan juga memberikan arahan atas tindakan intoleran yang terjadi akhir-akhir ini, agar tidak terjadi di FUD khususnya. "Bagaimanapun juga Alloh telah menyatakan secara langsung dalam kitab-Nya yaitu lakum diinukum wa liya diin - bagimu agamamu dan bagiku agamaku" papar Dekan yang juga dalam kesehariannya mengasuh jamaah di berbagai masjid ini. "Yang dimoderasi bukanlah agama Islam, tetapi cara pandang dan sikap serta praktik dalam beragama yang harus dimoderasi" lanjutnya. Menurut Dekan, FUD sebagai fakultas dengan jumlah prodi terbanyak di kampus UIN Surakarta hendaknya bisa menjadi contoh yang baik dalam pelaksanaan moderasi beragama. Dirinya meminta agar para mahasiswa FUD dalam menjalani hidup di tengah masyarakat mampu menerima berbagai perbedaan yang ada dengan tetap berpegang teguh pada agama Islam. (Editor : Tris) Foto : Mastr