Surakarta, 4 Oktober 2025 — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Mataya Art & Heritage, lembaga yang bergerak di bidang pelestarian budaya dan pengelolaan event kesenian masyarakat. Kegiatan magang ini berlangsung selama dua bulan, mulai 4 Agustus hingga 4 Oktober 2025. Lokasi kegiatan berada di Jl. Jawa No.18, Timuran, Banjarsari, Kota Surakarta. Program ini bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa di dunia industri kreatif dan kebudayaan.
Peserta PPL yang ditempatkan di Mataya Art & Heritage terdiri atas Azhara Kurnia Prima Trisna, Bintang Pratama Saputra Wibisono, Irfan Nur Aslam, dan Muhammad Samsul Arifin. Keempat mahasiswa tersebut mendapatkan bimbingan langsung dari tim profesional Mataya serta arahan akademik dari Dr. Hj. Kamila Adnani, M.Si. selaku dosen pembimbing lapangan. Mereka berperan aktif dalam mendukung kegiatan lembaga yang berfokus pada pelestarian budaya lokal. “Kami berharap mahasiswa dapat memahami bagaimana komunikasi dan media bisa menjadi sarana penguatan nilai-nilai budaya,” ujar Kamila.

Selama pelaksanaan magang, para mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas produksi dan pengelolaan konten kreatif. Mereka turut membuat konten media sosial, mendokumentasikan kegiatan Dolan Ngidul, dan menyusun teaser untuk program INDACT (Indonesian Disability Art and Culture). Selain itu, mahasiswa juga ikut menganalisis dampak sosial dari Festival Payung Indonesia yang digelar Mataya. Keterlibatan ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menggabungkan kemampuan teknis media dengan pemahaman sosial budaya.
Selain kegiatan rutin, peserta PPL juga dijadwalkan terlibat dalam pameran dan bazar INDACT pada periode berikutnya. Dalam kegiatan lanjutan tersebut, mahasiswa akan mendapatkan penugasan tambahan sesuai peran masing-masing, termasuk menjadi Liaison Officer (LO) bagi performer penyandang disabilitas. “Kami berupaya memberikan pengalaman yang inklusif agar mahasiswa memahami pentingnya empati dan profesionalitas dalam bekerja,” ungkap salah satu tim Mataya. Kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang komunikasi sosial dan budaya.
Melalui program PPL ini, mahasiswa KPI memperoleh pembelajaran yang komprehensif, tidak hanya dalam aspek teknis media dan dokumentasi, tetapi juga dalam dinamika kerja kolaboratif berbasis komunitas. Pengalaman bekerja langsung dengan pelaku seni dan masyarakat memberikan wawasan baru tentang pentingnya komunikasi partisipatif dalam pelestarian budaya. Dosen pembimbing menilai pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja profesional. Dengan demikian, PPL di Mataya Art & Heritage menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan praktik lapangan berbasis kearifan lokal.
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum