Karanganyar, Oktober 2025 — Tiga mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di De Tjolomadoe selama dua bulan. Kegiatan magang ini berlangsung sejak 4 Agustus hingga 4 Oktober 2025 sebagai bagian dari mata kuliah wajib yang bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa. Para peserta magang terdiri atas Ndaru Agung Setiawan dan Muwaidah Nahda Nur Azizah dari konsentrasi Public Relations, serta Hafidz Diposalam dari konsentrasi Jurnalistik. Mereka dibimbing oleh Agit Purwo Hartanto, dosen pendamping dari Prodi KPI.
Selama program berlangsung, mahasiswa mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan tim manajemen De Tjolomadoe. Mereka turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan besar seperti Semarak Kemerdekaan, PROJEK-D, serta Battle Sound: Denny Caknan x NDX AKA. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan acara secara profesional. “Secara perdana, De Tjolomadoe kedatangan mahasiswa dari UIN Surakarta. Harapannya, mereka dapat belajar dan berkontribusi aktif selama magang berlangsung,” ujar Dwi Sarwoko, HRD De Tjolomadoe.

Selain kegiatan event, mahasiswa juga berperan dalam pengembangan strategi komunikasi dan pemasaran. Mereka membuat konten edukatif untuk platform Instagram dan TikTok, menulis rilis berita, serta membantu penyusunan rancangan event untuk website De Tjolomadoe. Aktivitas ini memberikan pengalaman langsung tentang penerapan teori komunikasi dalam dunia industri kreatif dan pariwisata. Mahasiswa belajar memahami pentingnya branding digital dan bagaimana media sosial dapat digunakan untuk memperkuat citra lembaga budaya.
Dosen pembimbing lapangan, Agit Purwo Hartanto, menilai kegiatan magang ini menjadi wadah ideal bagi mahasiswa KPI untuk mempraktikkan ilmu komunikasi secara kontekstual. “Keterlibatan mahasiswa di De Tjolomadoe membuktikan bahwa komunikasi bukan hanya soal berbicara, tetapi juga soal kolaborasi, kreativitas, dan tanggung jawab profesional,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga belajar beradaptasi dengan ritme kerja lembaga profesional.

Dua bulan kebersamaan di De Tjolomadoe menjadi pengalaman berharga bagi ketiga mahasiswa KPI UIN Surakarta. Mereka belajar bahwa komunikasi dan penyiaran dapat diterapkan di berbagai bidang, termasuk pariwisata dan manajemen event budaya. “Kami belajar bahwa komunikasi bukan sekadar teori, tapi tentang bagaimana menghadirkan makna di setiap pengalaman nyata,” ungkap salah satu peserta magang. Diharapkan, kerja sama antara De Tjolomadoe dan UIN Raden Mas Said Surakarta dapat terus berlanjut untuk mencetak generasi muda yang kreatif, komunikatif, dan inovatif.
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum