SURAKARTA — Sebanyak tujuh mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta resmi menyelesaikan kegiatan magang di Solo is Solo, ruang publik kreatif yang berlokasi di kawasan Gatot Subroto, Surakarta. Program magang ini berlangsung selama dua bulan, dimulai pada 4 Agustus hingga 4 Oktober 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran praktis bagi mahasiswa di luar kampus. Mereka diharapkan mampu memahami bagaimana komunikasi dan publikasi diterapkan dalam konteks industri kreatif.
Peserta magang terdiri dari Adinda Louisa Karenina, Ifa Fauzia Rahma, Diva Nur Fadilah, Nada Inazah, Sekar Triwulandari, Arengga Bagas Setyananda, dan M. Azis Fahrul Rozi. Ketujuh mahasiswa ini berperan aktif dalam berbagai kegiatan publikasi, pengelolaan konten digital, serta dokumentasi kegiatan publik di kawasan Gatot Subroto (Gatsu). Selama dua bulan, mereka turut mendukung aktivitas Solo is Solo dalam menyebarluaskan informasi dan menciptakan interaksi positif dengan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi sarana belajar langsung mengenai praktik komunikasi kreatif dan kolaboratif.

Pelaksanaan magang dibagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 13.00–17.00 WIB pada hari Rabu dan Kamis, serta pukul 18.00–23.00 WIB pada hari Jumat dan Sabtu. Pada sesi weekday, mahasiswa fokus pada pembuatan konten ringan, rapat evaluasi, dan diskusi ide mingguan. Sedangkan pada sesi weekend, mereka terlibat langsung dalam kegiatan besar seperti Urban Stage Solo is Solo, siaran langsung di platform TikTok, Instagram, dan YouTube, serta pembuatan konten hasil brainstorming. Tak hanya itu, peserta juga membantu registrasi dan pembagian kartu tenant dalam berbagai acara komunitas.
Selama program berlangsung, mahasiswa memperoleh banyak pelajaran mengenai manajemen acara dan strategi komunikasi publik. Mereka juga belajar bagaimana mengemas konten digital yang menarik dan relevan bagi audiens Solo is Solo. “Kegiatan magang ini membuka wawasan kami tentang bagaimana komunikasi kreatif bisa diterapkan di ruang publik secara nyata,” ujar salah satu peserta magang, Adinda Louisa Karenina. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat berharga karena mampu mengasah keterampilan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab profesional.
Program magang di Solo is Solo menjadi pengalaman bermakna bagi mahasiswa KPI UIN Raden Mas Said Surakarta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu mengimplementasikan teori komunikasi dan penyiaran yang dipelajari di kampus ke dalam praktik nyata di dunia industri kreatif. Kerja sama antara kampus dan ruang kreatif seperti Solo is Solo diharapkan dapat terus berlanjut di masa depan. Dengan begitu, kolaborasi akademik dan industri dapat mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan komunikatif di era digital.
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum