FUDNews - Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan pembekalan KKN Internasional Tahun 2025, pada Rabu (18/06/). Agenda ini dibuka oleh Dr. H. Kholilurrohman, M.Si. (Dekan FUD) serta didampingi oleh Zaenal Muttaqqin, M.A., Ph.D. (Wakil Dekan II FUD), Dr. Lukman Harahap, M.Pd. (Wakil Dekan III FUD) di Aula lt 2 FUD, pukul 11.00 WIB.
Prof. Dr. Muhammad Latif Fauzi, S.H.I., M.Si., M.A. (Ketua LP2M UIN Raden Mas Said Surakarta), narasumber pada acara pembekalan KKN Internasional Tahun 2025 mengingatkan kepada para mahasiswa/i untuk memastikan namanya sudah tercantum pada data peserta KKN Tahun 2025. Hal ini penting, karena jika nama mahasiswa/i tidak tercantum pada data, maka mahasiswa/i belum dianggap mengikuti KKN dan nilai KKN tidak keluar. Perlu dipahami bahwa sistem pendaftaran KKN tahun 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana peserta KKN tahun 2025 sudah mengadopsi integrasi dan konversi penilaian secara otomatis melalui siakad.uinsaid.ac.id. Contoh ketika mahasiswa/i pada tahun ini belum memenuhi syarat sks minimal untuk mengikuti KKN, maka mahasiswa/i secara otomatis tidak dapat mengikuti KKN atau jika mengikuti KKN secara paksa nilai tidak akan muncul dalam sistem siakad.uinsaid.ac.id.

Ketua LP2M UIN Raden Mas Said Surakarta, lebih lanjut menjelaskan bahwa KKN Internasional Tahun 2025 di UIN Raden Mas Said Surakarta hanya ada 2 fakultas, yakni Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dengan pengabdian dan proker di negara Thailand. Sebelum berangkat ke luar negeri, mahasiswa/i dapat memahami buku pedoman KKN yang diberikan oleh universitas, buku ini sangat penting sebagai bahan dasar dalam melakukan kegiatan selama KKN berlangsung. Nilai KKN akan dikeluarkan oleh DPL sesuai dengan laporan yang dilakukan oleh mahasiswa/i.
Prof. Dr. Muhammad Latif Fauzi, S.H.I., M.Si., M.A. menambahkan semua mahasiswa yang terdaftar dalam KKN Internasional Tahun 2025 untuk melaporkan kegiatannya dengan pembuatan video kompilasi serta di upload dalam Youtube, atau penerbitan artikel jurnal. Sebelum mengakhiri pembekalan, Prof. Latif Fauzi mengingatkan kepada calon mahasiswa/i KKN Internasional untuk mempersiapkan diri secara mental, dan fisik. Ada perbedaan kultur antara Indonesia dengan Thailand, dari makanan, wilayah, perilaku, dll untuk bisa beradaptasi dan berhati-hati, berjaga diri serta terus menjaga komunikasi dengan DPL
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum