Loading...

Penguatan Mutu Berbasis Program Studi IAT: Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Studi Al Quran dan Tafsir

28 Oktober 2025 11:26 WIB 16
Baca

 

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan Penguatan Mutu Berbasis Program Studi pada hari Selasa, 7 Oktober 2025. Kegiatan tersebut berlokasi di Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten yang secara administratif masuk wilayah Tegalgondo, Popongan, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang mirip dengan pengabdian kali ini diikuti oleh 30 orang dari unsur guru dan santri dengan berbagai latar belakang keilmuan. Gagasan yang mendasari topik pengabdian berbeda di tiap tahunnya sebab berangkat dari kebutuhan yang berbeda. Identifikasi tersebut didapat setelah tim pelaksana kegiatan melakukan observasi awal terkait dengan kebutuhan sasaran pengabdian. Tema pengabdian yang diangkat dalam kesempatan ini adalah tentang Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Studi Al Quran dan Tafsir. Acara Penguatan Mutu Berbasis Program Studi ini dihadiri oleh tim pelaksana yang terdiri dari Prof.Dr.Islah,M.Ag., Prof.Dr.H.Muh.Abdul Kholiq Hasan, M.A.,M.Ed., Siti Fathonah,S.ThI.,M.A., dan Zulfa Ani. Prosesi acara berlangsung selama 3 jam, mulai jam 08.00 sampai dengan jam 12.00.
Adapun untuk teknis keberangkata kegiatan terbagi ke dalam 2 titik berangkat. Pertama adalah rombongan yang berangkat dari kampus utama UIN Raden Mas Said Surakarta yang berlokasi di Pucangan yang terdiri dari Prof.Dr.H.Muh. Abdul Kholiq Hasan, Siti Fathonah, M.A dan Zulfa Ani. Kedua adalah rombongan yang berangkat dari kampus 2 yang berlokasi di Pakis, Klaten., yaitu Prof.Dr. Islah, M.Ag,. Rombongan pertama sampai di tujuan kegiatan tepat pada pukul 07.30, sedangkan rombongan kedua tiba 10 menit setelahnya. Persiapan pembukaan dilakukan selama 30 menit dan Opening ceremonial dilaksanakan tepat di pukul 08.00. Bertindak sebagai pembawa acara, Zulfa Ani, mahasiswa semester 7 Prodi IAT yang saat ini sedang menyelesaikan tugas akhir perkuliahan. Adapun Ilham Rahmat Fitriyan bertindak sebagai penanggung jawab dokumentasi kegiatan.
Seremonial acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan, penyerahan kenang-kenangan dan penutup. Acara berlangsung dengan lancar dan antusiasme peserta terlihat jelas. Dalam kesempatan itu, Kepala Madrasah, Nur Asiah,S.Pd, menyambut hangat rombongan dan berharap untuk bisa selalu menjalin kerja sama dengan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir khususnya dan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah secara umum. Menurutnya, siswa yang sekaligus santri ini perlu dibekali pengetahuan dan gambaran mengenai dunia perkuliahan dan topik-topik diskusi dalam perkuliahan. Sambutan yang disampaikan oleh Korprodi yang sekaligus ketua tim pelaksana, Siti Fathonah,M.A., menyinggung perihal keberadaan prodi IAT yang ingin terus mengambil peran dalam menghasilkan generasi penerus bangsa yang Islami dan familiar dengan dunia digital. Kemajuan teknologi adalah suatu kepastian tetapi wajib diimbangi dengan pengetahuan tentang etika dalam menjalani kehidupan dan mengambil peran dalam masyarakat berbasis syariat Al-Qur’an. Dalam sambutannya, Fathonah juga memberikan kesempatan bagi 2 bibit unggul MA Al-Manshur Popongan untuk berkesempatan menjadi mahasiswa IAT dengan jalur bebas tes.
Dalam sesi penyampaian materi, Prof. Dr. Islah Gusmian, M. Ag menjelaskan bahwa AI merupakan teknologi yang memungkinkan meniru kemampuan intelektual manusia seperti belajar, mengenali pola, dan mengambil keputusan. Beliau juga memaparkan empat jenis AI yaitu Reactive Machine AI, Limited Memory AI, Theory of Mind AI, Self Aware AI.
Selain itu beliau juga menjelaskan kegunaan AI dalam sektor kehidupan yaitu sebagai Kesehatan, otomotif, hiburan, keamanan dan bisnis. Peran AI dalam Pendidikan bisa membantu kreatifitas pembelajaran guru, meningkatkan efesiensi pembelajaran dan memperluas akses Pendidikan yang merata. Namun beliau juga menjelaskan resiko penggunaan AI seperti privasi dan pengawasan, bias algoritma, potensi penggantian tenaga kerja manusia, dan risiko moral. Prof. Dr. Islah Gusmian, M. Ag juga menegaskan prinsip etika utama bahwa AI hanya membantu bukan menafsirkan ayat AL-Qur’an, kita harus memvalidasi oleh ulama dan akademisi bukan lewat AI, serta menjaga transparansi sumber dan metodologi.
Sementara pemateri kedua yaitu Prof. Dr. H. Muh. Abdul Kholiq Hasan, M. A., M. Ed menjelaskan etika penafsiran. Beliau menjelaskan seorang mufassir harus memiliki agama dan akhlak yang baik, menguasai Bahasa arab seperti nahwu, shorof, balaghoh dan sebgaainya, serta memahami asbabun nuzul, maqasid syari’ah dan konteks social Masyarakat. Seorang mufassir juga harus memili sikap tawadu’ dan Ikhlas, tidak menafsirkan menggunakan hawa nafsu dan harus menjelaskan dengan sumber yang jelas. Beliau menjelaskan bahwa penggunaan AI tidak bisa menggantikan otoritas ulama dalam penafsiran. Tantangan mufassir di era AI yaitu adanya halusinasi dan bias model, lalu kredibilatas otoritas, konteks dan maqasid tereduksi, plagiarisme dan hak cipta, over simplikasi public, keamanan informasi dan manipulasi, terakhir ketergantungan alat. Beliau juga menegaskan bahwa tidak semua tafsir yang dijelaskan di AI bisa kita terima.
Seminar ini diakhiri diskusi dan tanya jawab. Beberapa peserta yang bertanya meliputi cara mengurangi plagiasi dalam karya ilmiah menggunakan AI, pentingnya belajar kitab klasik, serta bagaimana menumbuhkan sembangat Kembali kepada Al-Qur’an dan tradisi keilmuan para ulama. Setelah sesi tanya jawab, terdapat sesi tambahan berupa penyerahan kenang-kenangan dari siswa MA Al-Manshur berupa buku ontologi karya bersama para siswa yang berkolaborasi dengan para guru kepada tim Prodi IAT. Setelah sesi foto bersama acara selesai tepat pada pukul 12.00. Rombongan kegiatan kembali ke kampus pusat di Pucangan dan kampus 2 di Pakis.