Loading...

Pesantren Mahasiswa FUD UIN Surakarta: Menulis Menginspirasi

24 April 2026 13:36 WIB 23
Baca

FUDNews - "Terimakasih atas partisipasi para mahasiswa dan juga kehadiran pemateri dalam kegiatan pesantren mahasiswa kali ini" ungkap Dr. Nur Sidik saat membuka acara pesantren mahasiswa pada pagi ini (Jum'at, 24/4/2026). Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) ini juga menjelaskan tentang pentingnya kegiatan ini bagi peningkatan kemampuan para mahasiswa. Dirinya menyoroti bahwa dunia mahasiswa hendaknya terus bersinergi dengan dunia menulis sehingga bukan hanya sekedar dilisankan saja, akan tetapi seluruh ide dan gagasan para mahasiswa akan bisa diperhatikan oleh orang lain melalui tulisan karyanya. "Bagaimanapun juga menulis adalah menginspirasi" tegas WD III FUD.

Pesantren mahasiswa yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Musthofa di daerah Boyolali ini diikuti oleh puluhan mahasiswa FUD dari berbagai program studi. Menghadirkan Ayna Jamila Salsabila, seorang penulis yang telah membukukan beberapa karyanya dan mempresentasikannya di berbagai forum nasional maupun internasional, kegiatan pesantren mahasiswa yang diisi dengan peningkatan kemampuan dalam menulis ini terasa sangat menyenangkan sehingga tidak ada seorangpun peserta yang beranjak dari duduknya hingga akhir kegiatan menjelang sholat Jum'at.

Dalam paparannya, Ayna mengawali dengan menyajikan realita hari ini yaitu kebanyakan dari kita semua sering kali scroll tayangan yang berisi joget-joget sehingga kebanyakan generasi sekarang ini hanya menjadi penonton sejarah. Padahal, lanjut Ayna, kita semua punya karsa (keinginan) untuk menulis yang menciptakan kedalaman berpikir sehingga mampu memberikan karya yang mengandung makna. Ayna juga menjelaskan bahwa ada banyak sekali peluang yang bisa diciptakan oleh para penulis, mulai dari dikenal orang, mendapat beasiswa, hingga kesempatan berkarya yang lebih banyak lagi untuk umat. 

"Menulis tidak selalu dalam karya ilmiah, akan tetapi bisa mulai dari hal yang kecil terlebih dahulu yang ada di sekitar kita" tandas Ayna. Namun demikian dirinya tetap menekankan pentingnya melakukan nalar tabayyun (verifikasi) saat melakukan penulisan agar tidak terjebak pada informasi palsu yang didapatnya. "Menulis dengan nalar tabayyun bukan hanya tugas akademik, tapi kewajiban dakwah. Mahasiswa FUD harus menjadi pelopor dalam jurnalisme positif !" tegas Ayna. (Editor : Tris) Foto : Meika