
FUDNews - Milad Prodi Psikologi Islam (PI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta di bulan April ini masih terus dirayakan dalam berbagai kegiatan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikologi Islam. Hal ini diungkap oleh Dr. Retno Pangestuti selaku Koorinator Program Studi Pesikologi Islam FUD UIN Surakarta saat membuka secara resmi kegiatan Building Spiritual Character (BSC) 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lt. 1 Gd. SBSN di komplek UIN Surakarta kampus pusat Pucangan Kartasura ini, berlangsung kemarin (Kamis, 23/4/202).
Psychisfest (Psychology Islam Festival) yang digelar setiap tahun dalam rangka milad Prodi PI ditujukan sebagai sarana para mahasiswa PI mengimplementasi tagline PI yaitu Profesional Berkarakter dan Berbakti. "BSC menjadi bagian dari pembukaan Psychisfest dimaksudkan untuk para mahasiswa semakin menjaga etika dalam berkomunikasi baik secara langsung maupun secara online" tegas Retno. Dirinya juga meminta para mahasiswa semakin aktif dalam berkontribusi pengembangan prodi baik dalam kegiatan dan prestasi akademik maupun non akademik.

Dalam kegiatan kali ini pemateri yang dihadirkan adalah Ahmad Sutrisno (motivator) dan Septian W.R. (Psikolog). Keduanya menekankan tentang pentingnya komunikasi dan cara bicara. Komunikasi adalah kunci dalam mencapai tujuan, membangun relasi, dan menyelesaikan masalah. Komunikasi idelanya bisa menyampaikan pikiran dan perasaan secara jujur tanpa melanggar hak orang lain. Di sisi lain, kata-kata yang keluar saat bicara bukan hanya akan dilihat isinya saja akan tetapi juga cara menyampaikannya. Kedua pemateri sepakat untuk menekankan seni mengungkapkan diri dengan Qoulan Layyinan (perkataan yang lembut) dan Qoulan Ma'rufan (perkataan dan baik).

Di ruang kerjanya siang ini, Dr. Nur Sidik (Wakil Dekan III FUD) mengomentari kegiatan yang diselenggarakan oleh HMPS PI sebagai salah satu hal yang sangat positif dan perlu dukungan dari semua pihak. "Semoga kegiatan tersebut bisa meningkatkan kesadaran para mahasiswa tentang pentingnya komunikasi yang efektif, beretika, namun bernilai spiritual" harap Sidik. "Kegiatan semacam ini tidak hanya membuat mahasiswa cerdas secara intelektual namun juga akan memiliki kematangan secara emosional dan spiritual dalam berinteraksi dengan sesama" pungkas WD III FUD yang dalam kesehariannya juga seorang mubaligh ini. (Editor : Tris) Foto : PI
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum