
Sukoharjo – Tim Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) melaksanakan rapat koordinasi perdana pada Selasa, 23 Agustus 2022, bertempat di ruang rapat fakultas. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal sekaligus membangun koordinasi lintas program studi dalam menghadapi proses Audit Mutu Internal (AMI) dan akreditasi.
Rapat dipimpin oleh Ketua GKM, Mei Candra Mahardika, M.A, yang ditetapkan berdasarkan SK Dekan Nomor 2577 Tahun 2022. Tim ini berada di bawah tanggung jawab Dekan FUD, Dr. Islah, M.Ag, dengan Dr. Hj. Kamila Adnani, M.Si sebagai pengarah dan Dr. Isnanita Noviya Andriyani, M.Pd.I sebagai sekretaris. Turut hadir para koordinator GKM dari seluruh program studi di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah yang akan menjadi ujung tombak dalam implementasi penjaminan mutu di tingkat prodi.
Dalam rapat tersebut, Ketua GKM memberikan penjelasan menyeluruh mengenai tugas pokok dan fungsi tim, baik dalam konteks pengendalian mutu maupun peran strategis dalam mendukung akreditasi program studi. Ia menekankan pentingnya kesamaan persepsi dan pola kerja kolaboratif agar seluruh proses penjaminan mutu dapat berjalan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada kesiapan pengisian laporan AMI Tahun 2022 yang telah menggunakan sistem daring melalui SIPENJAMU, sehingga seluruh anggota tim diharapkan mampu memahami mekanisme teknis maupun substansi pelaporan secara optimal.
Lebih jauh, rapat perdana ini juga menyoroti rencana strategis pembaruan instrumen survei mutu di lingkungan fakultas. Instrumen yang selama ini digunakan dinilai perlu disempurnakan agar mampu menangkap data secara lebih komprehensif, relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan, serta selaras dengan standar mutu terbaru. Pembaruan ini diarahkan untuk menghasilkan instrumen yang memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang lebih baik, serta mampu merepresentasikan pengalaman dan tingkat kepuasan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga mitra secara lebih akurat. Selain itu, penguatan aspek digitalisasi menjadi perhatian penting agar pelaksanaan survei lebih mudah diakses, efisien, dan terintegrasi dengan sistem informasi yang ada.
Dalam konteks akreditasi, tim GKM akan mengambil peran tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi program studi dalam proses penyusunan dan pengisian borang. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dokumen akreditasi sekaligus memperkuat budaya mutu di setiap lini. Dengan keterlibatan yang lebih intens, tim GKM juga diharapkan memiliki pengalaman teknis yang memadai sehingga mampu berkontribusi secara maksimal dalam pencapaian target akreditasi unggul.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Islah, M.Ag, dalam arahannya menyampaikan bahwa keberadaan GKM merupakan bagian penting dalam sistem penjaminan mutu fakultas. Ia menegaskan bahwa tim GKM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses evaluasi dan peningkatan kualitas, baik melalui AMI maupun akreditasi. Dukungan penuh dari pimpinan fakultas juga akan diberikan, termasuk penyediaan ruang kerja dan fasilitas yang memadai agar tim dapat menjalankan tugasnya secara optimal.
Rapat perdana ini menjadi momentum awal bagi Tim GKM Fakultas Ushuluddin dan Dakwah untuk membangun sistem kerja yang solid, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan. Melalui penguatan koordinasi serta inovasi, khususnya dalam pembaruan instrumen survei, diharapkan seluruh kebijakan dan program yang dijalankan fakultas dapat berbasis pada data yang akurat dan mampu menjawab tantangan pengembangan pendidikan tinggi ke depan. (MCM)