
FUDNews - "Bagaimanapun juga kita perlu pengakuan formal yang ditunjukkan oleh hasil akreditasi" kata Dr. Kholilurrohman selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta di Aula Lt. 2 Gd. FUD di komplek kampus Pucangan Kartasura pagi ini Senin(4/5/2026). Jika selama ini, lanjut Dekan, masyarakat telah percaya kepada kita ternyata masih tetap harus diakreditasi sebagai bentuk kepercayaan formal. Dekan menerangkan bahwa bukti masyarakat mempercayai lembaga ini adalah dengan tetap mengirim anak-anaknya untuk kuliah di FUD UIN Surakarta.
Dekan beserta jajarannya hadir dalam simulasi akhir menghadapi para asesor yang akan hadir pada minggu ke dua bulan Mei ini. "Minggu depan kita akan menerima para asesor yang akan melakukan visitasi untuk prodi Psikologi Islam (PI)." lanjut Dekan FUD. Hari ini, lanjutnya, semua yang hadir di ruangan ini adalah dalam rangka menyiapkan seluruh bukti administrasi yang akan ditanyakan oleh para asesor. "Prinsipnya kita yakin akan mendapatkan hasil terbaik karena sudah melakukan semua bukti sesuai dengan aturan yang ditetapkan, selebihnya kita pasrahkan kepada Alloh saja" ungkap Dekan yang dalam kesehariannya juga memimpin jamaah di pesantrennya. 
Usai dibuka secara resmi oleh Dekan FUD, simulasi akreditasi ulang prodi Psikologi Islam kali ini dipimpin oleh Prof. Fauzi Muharom dan tim dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Surakarta. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Wisnu Sri Hertinjung, M.Psi. seorang akademisi sekaligus seorang psikolog. Kehadiranya sebagai salah satu nara sumber sudah disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan kepraktisiannya. Hingga berita ini ditulis, kegiatan simulasi akhir akreditasi ulang Prodi Psikologi Islam masih berlangsung. (Editor : Tris) Foto : Mastr
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum