FUDNews- Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menyelenggarakan Yudisium Akbar Angkatan ke-59 dengan penuh khidmat. Mengusung tema “Three Impactful Hours; Moving On with Memories, Leaving a Legacy,” kegiatan ini juga menjadi momentum pelepasan yudisia, calon wisudawan yang sarat makna dan harapan. Acara yang digelar pada Selasa, (15/7) di Multazam Syariah Hotel Surakarta ini diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 06.30 WIB. Suasana religi terasa mendalam lewat lantunan lagu-lagu islami persembahan grup musik alumni FUD, seperti Ya Habibal Qalbi, Sholawat Jibril, hingga Mawlaya, yang meneduhkan hati para hadirin. Tepat pukul 08.00 WIB, acara dibuka dengan prosesi masuknya Dekanat, Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta Koordinator Program Studi di Lingkungan FUD ke ruangan utama. Alunan musik pengiring dan penampilan Tari Merak oleh Pratitis Syifa memukau para undangan. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Fadhli Azra Maulana (mahasiswa BKI). Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UIN Raden Mas Said Surakarta.

Momentum utama ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan tentang Yudisium Mahasiswa Angkatan ke-59 oleh Kepala Bagian Tata Usaha FUD Nur Hidayatiningsih, S.Ag., M.H. Pada Yudisium Akbar Fakultas Ushuluddin dan Dakwah ke-59 Tahun 2025 ini, tercatat sebanyak 187 yudisia dari tujuh program studi berhasil menuntaskan masa studinya dengan penuh dedikasi. Jumlah tersebut terdiri dari 53 orang dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, 39 dari Psikologi Islam, 33 dari Komunikasi dan Penyiaran Islam, 24 dari Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, masing-masing 16 orang dari Aqidah dan Filsafat Islam serta Manajemen Dakwah, serta 6 orang dari Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi. Sebanyak 17 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta tercatat sebagai yudisia, calon wisudawan pada periode ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 10 mahasiswa yang berstatus sebagai yudisia, calon wisudawan tahfidz, yakni mereka yang berhasil menyelesaikan studi sambil menuntaskan hafalan Al-Qur'an. Mereka adalah Ma’ruf Zai Setiawan, Muhamad Rubai, Agvio Audita Padiah Sari, Anggun Nilam Cahya, Ayu Aulya Kalimin, Annisa Khomsyiatun Fitri, Salsabil Rihadatul Aisy, Ulfatur Rofiqoh, Terizta Maulidyah, dan Mustika Wahyaning Hamestuti. Selain itu, terdapat 7 mahasiswa yang meraih predikat Yudisia, calon wisudawan Terbaik Prodi. Mereka adalah Erni (S1-Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Nisa Muflicha (S1-Aqidah dan Filsafat Islam), Wisna Kusuma Anggraini (S1-Komunikasi dan Penyiaran Islam), Sofia Rasyidah Salsabila (S1-Bimbingan dan Konseling Islam), Kamila Nur Aini (S1-Manajemen Dakwah), Defa Fatma Sari (S1-Tasawuf dan Psikoterapi), dan Ajeng Nuryana Sarfitri (S1-Psikologi Islam).

Suasana haru memuncak saat prosesi simbolis pelepasan jas almamater dilakukan oleh Dekan FUD, Dr. K.H. Kholilurrohman, M.Si. “Pelepasan jas almamater ini bukan sekadar melepas selembar kain kebanggaan, tetapi simbol berakhirnya masa belajar di bangku kuliah dan awal pengabdian di tengah masyarakat. Jas ini telah menjadi saksi bisu perjuangan, kerja keras, tawa, dan tangis. Kini, tanggung jawab akademik beralih menjadi tanggung jawab moral dan sosial: mengamalkan ilmu, menjunjung tinggi nilai almamater, dan menjaga nama baik universitas ke mana pun melangkah,” demikian narasi yang disampaikan Pemandu Acara. Satu per satu yudisia, calon wisudawan terbaik dari setiap program studi dipanggil ke depan: IAT, AFI, KPI, BKI, TP, MD, dan PI. Tayangan profil masing-masing wisudawan menambah kesan mendalam. Kebersamaan diabadikan melalui nyanyian bersama lagu Bagimu Negeri. Sambutan perwakilan yudisia, calon wisudawan disampaikan oleh Kamila Nur’aini (Prodi MD) yang mewakili harapan dan doa segenap rekan. “Kesan itu tak hanya tertulis di silabus atau lembar presensi, tetapi hidup dalam momen-momen kecil: saling mengingatkan tenggat, berbagi makanan kala revisi, tertidur di pojok ruang baca Perpustakaan FUD, atau bercengkerama di gazebo kampus. Dan pada akhirnya, satu kata sederhana: ACC — menjadi simbol kemenangan kecil yang sarat haru dan syukur,” tutur Kamila, disambut tepuk tangan hadirin.
![]() |
![]() |
Acara semakin hangat dengan penyerahan kenang-kenangan dari yudisia, calon wisudawan kepada Ikatan Alumni (IKA) FUD, serta simbolis serah terima IKA FUD kepada fakultas yang diterima oleh Dr. Nur Sidik, S.Fil.I., M.Hum., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama. Ketua IKA FUD, Triyono, M.Si., menyebut bahwa kontribusi alumni pada kesempatan ini berupa tujuh unit air cooler untuk tujuh laboratorium Prodi FUD. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, perwakilan orang tua/wali, hingga Dekan FUD yang secara resmi menyerahkan kembali para yudisia kepada keluarga. Dalam pesannya, Dekan berpesan agar para alumni senantiasa dekat dengan Al-Qur’an: membaca, memahami, dan mengamalkannya agar hati terarah, pikiran jernih, dan langkah pengabdian selalu diridai Allah SWT. Beliau juga meyakinkan para alumni untuk tidak khawatir menatap masa depan: FUD bukanlah segalanya, tetapi segalanya bisa bermula dari FUD. Pendidikan di FUD menyiapkan lulusan tidak hanya untuk menjadi ASN, tetapi juga siap mengabdi di sektor pemerintahan, swasta, wirausaha, maupun studi lanjut ke luar negeri. Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Zainul Abas, M.Ag., mewakili Rektor Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., juga menyampaikan selamat dan kepada 187 yudisia, calon wisudawan FUD. Beliau menegaskan komitmen UIN Raden Mas Said Surakarta untuk terus menjadi kampus unggul melalui mutu akademik dan peningkatan akreditasi. Mahasiswa FUD diimbau untuk tetap optimis menghadapi tantangan dan selalu mengingat bahwa Allah swt. akan selalu bersama kita. Jadi, La takhaf wa la tahzan. Menutup rangkaian, suasana haru sekaligus bahagia tercipta melalui sesi hiburan. Dua lagu, Sebuah Kisah Klasik (Sheila on 7) dan Sampai Jumpa (Endank Soekamti) dinyanyikan bersama dengan lampu ruangan dipadamkan, sementara peserta menyalakan flashlight HP, menciptakan momen penuh kenangan. Doa penutup dipimpin oleh Dr. H. Lukman Harahap, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama.

Yudisium Akbar FUD ke-59 diharapkan menjadi tonggak penting bagi para yudisia, calon wisudawan untuk terus melangkah, membawa kenangan manis, dan menebarkan nilai-nilai kebaikan di mana pun mereka berkiprah. Selanjutnya, pada Kamis 17 Juli 2025 187 yudisia FUD akan mengikuti pelaksanaan wisuda tingkat Sarjana di Universitas. Selamat kepada seluruh yudisia yudisia, calon wisudawan Angkatan ke-59 FUD. Semoga langkah ke depan senantiasa diberkahi Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi semua. (Tj*)
Komitmen Pelaksanaan TAS Yang Lebih Baik, FUD Koordinasikan Hal Ini
2 hari yang lalu - Umum