
FUDNews - Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta terus merespon berbagai isu yang terus berkembang saat ini. Menggandeng Kemenag Kanwil Jawa Tengah, FUD menghadirkan sekitar 250 guru BK se-Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk bersama-sama terlibat aktif dalam membahas implementasi Kurikulum Cinta yang digagas langsung oleh Menteri Agama RI. Bertajuk "Penguatan Kompetensi Konselor dalam Menghadapi Dinamika Psikologis Peserta Didik dalam Kurikulum Berbasis Cinta", selama 3 hari terhitung hari Selasa ini (9/6/2026) hingga Kamis besok (11/6/2026) seluruh guru BK tersebut menjadi peserta dalam sebuah seminar nasional.
"Alhamdulillah melalui Prodi BKI (Bimbingan dan Konseling Islam - Red.), kita bisa menghadirkan para guru BK di madrasah yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta sekaligus" ungkap Dekan FUD, Dr. Kholilurrohman pada sambutan saat seremonial pembukaan kegiatan yang dilangsungkan di Aula Lt. 3 Gd. Rektorat UIN Surakarta komplek kampus Pucangan Kartasura. Dekan juga secara khusus menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Madrasah Aliyah Jawa Tengah yang turut berperan aktif dalam kegiatan ini. "Kurikulum Cinta adalah kurikulum yang digagas langsung oleh Menteri Agama yang sekarang Prof. Nasarudin Umar dan kurikulum ini masih membutuhkan penerjemahan lebih dalam implementasinya di lapangan teruatama oleh teman-teman guru BK di madrasah" lanjut Dekan sebelum secara resmi membuka kegiatan. Usai dilakukan seremonial pembukaan, FUD juga melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan para kepala madrasah yang hadir. MoA adalah bagian dari penguatan sistem jejaring antara FUD dengan madrasah dalam hal akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam pemenuhan layanan psikologis di lingkungan madrasah.

Selama 3 hari, para guru akan mendapatkan berbagai materi yang diberikan oleh para Dosen pengajar di lingkungan FUD dalam beberapa sesi; yaitu : Transformasi Profesi Konselor Sekolah dalam Menjawab Tantangan Kesehatan Mental Generasi Alpha (Dr. Fitriah M. Suud, M.Ag.), Penguatan Kompetensi Adaptif Guru BK di Era Artificial Intelligence melalui Paradigma Kurikulum Berbasis Cinta (Dr. Frendi Fernando, M.A.), Implementasi Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Berbasis Cinta (Athia Tamyizatun Nisa, M.Pd.), Digital Overload dan Kesehatan Mental Generasi Alpha: Tantangan Baru bagi Konselor Sekolah oleh (Alfin Miftahul Khairi, M.Pd.), Sinergi Konselor, Guru, dan Orang Tua dalam Mengawal Digital Parenting (Galih Fajar Fadhilah, M.Pd.), Upaya Preventif dan Kuratif dalam Menangani Kecanduan Gadget (Dr. Isnanita Noviya Adriyani, M.Pd.I.), Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental Peserta Didik melalui Layanan Bimbingan dan Konseling (Agit Purwo Hartanto, M.Pd.). Materi yang disampaikan sudah disesuaikan dengan tujuan utama peningkatan kapasitas diri guru BK pada aspek pengetahuan dan keterampilannya (skill) dalam mendampingi serta membantu para peserta didik untuk dapat mengoptimalkan potensi dan menghadapi berbagai tantangan dinamika kehidupan baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap guru BK tidak hanya sekadar menjadi pembimbing, tetapi mampu menjadi oase penyejuk bagi siswa melalui pendekatan kurikulum berbasis cinta. Guru BK harus siap meng-upgrade ilmu agar adaptif terhadap krisis psikologis anak di era AI ini," ujar Beta Nur Bety Tsany Ketua MGBK MA Jawa Tengah menyampaikan pesan Kabid Penmad Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Dengan adanya sinergi ini, madrasah di Jawa Tengah dan DIY diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga tangguh secara mental. (Editor : Tris/APH) Foto : Istimewa
https://drive.google.com/drive/folders/15sWCuTNEN9zcJCmW15m96PNGYO7MBDGV