
FUDNews - Medio Juli 2026 yang merupakan masa peralihan dari semester genap menuju semester ganjil di tahun ajaran baru, sengaja dipilih oleh Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta untuk menyelenggarakan kegiatan sertifikasi pembimbing ibadah haji dan umrah. Bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah, FUD menyelenggarakan kegiatan sertifikasi kali ini dipusatkan di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Setidaknya ada sekitar 55 peserta kegiatan sertifikasi kali ini.
Dalam pernyataannya sebelum seremonial kegiatan, Zaenal Mutaqqin, PhD melaporkan bahwa FUD sudah pernah menyelenggarakan kegiatan serupa. Namun ada yang beda untuk kali ini, kata Wakil Dekan II FUD ini, yaitu pada kegiatan yang akan dilaksanakan mulai sore ini (Jum'at, 10/7/2026) sampai Jum'at depan (17/7/2026) seluruhnya dilaksanakan oleh Tim dari FUD.

"Alhamdulillah ini yang kedua kalinya kami selenggarakan sertifikasi ini" kata Dr. Kholilurrohman, Dekan FUD mengawali sambutannya saat pembukaan kegiatan. "Oleh karena itu kami sengaja batasi sebanyak 50-an orang" tambahnya. Menurut Dekan FUD, jika tidak dibatasi maka akan kurang efektif jika terlalu banyak peserta. Dirinya juga berharap agar seluruh peserta selalu menjaga kesehatan, baik selama mengikuti sertifikasi ini maupun saat mendapingi jamaah di tanah suci besok. "Tolong jaga kesehatan karena pembimbing akan mengesahkan ibadah para jamaah* harap Dekan. Di akhir sambutannya, Dekan FUD berdoa agar semua bisa lulus dan menjadi pembimbing haji yang sesuai dengan syariat.

Selanjutnya dalam amanat sebelum membuka secara resmi kegiatan sertifikasi ini, Rektor UIN Surakarta Prof. Toto Suharto menegaskan 3 hal yang harus diperhatikan oleh seluruh peserta. "Saya berharap semoga semua bisa lulus sertifikasi" kata Rektor seraya menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah memiliki landasan adanya MoU (Memorandum of Understanding) antara UIN Surakarta dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Selanjutnya Rektor juga mengingatkan bahwa untuk menjadi pembimbing haji, maka setiap pribadi harus memiliki integritas, memiliki kompetensi profesional, serta memiliki kemampuan khusus (special skill) agar lebih siap saat menghadapi situasi dan kondisi saat membimbing jamaah. "Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut kedepannya" pungkas Rektor sebelum mengalungkan tanda peserta sebagai simbolis pembukaan kegiatan. (Editor : Tris) Foto : Mastr