Loading...

HMPS PI UIN Surakarta: Don't Just Feel, Learn to Heal

5 Juni 2026 16:29 WIB 68
Baca

FUDNews - Menghadapi persoalan di era sekarang ini dimana kerentanan psikis sangat mungkin akan terjadi pada generasi Z, ditangkap oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikilogi Islam (PI)  yang berada dalam naungan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta sebagai suatu peluang untuk dibahas secara komprehensif dari kacamata akademis sekaligus praktisi. Secara khusus HMPS PI menggelar Seminar Nasional bagi para mahasiswa jurusan psikologi dan lintas jurusan serta masyarakat umum. Bertempat di Aula Gd. SBSN komplek UIN Surakarta kampus pusat Pucangan Kartasura, seminar nasional ini mengangkat judul  "Don't Just Feel, Learn to Heal: Regulasi Emosi sebagai Kunci Resiliensi di Tengah Krisis Sosial dan Personal". 

Dalam sambutannya, Kaprodi PI, Dr. Retno Pangestuti mengatakan bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa PI UIN Surakarta saja, akan tetapi juga seluruh mahasiswa lintas prodi bahkan lintas kampus dan masyarakat umum. Dirinya menegaskan bahwa apa yang dilakukan para mahasiswa yang tergabung dalam HPMS PI ini hendaklah bisa ditingkatkan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu pihak prodi PI bahkan FUD mendukung kegiatan ini, apalagi melibatkan para akademisi sekaligus para praktisi di bidang psikologi sebagai narasumber pemateri. Dirinya berharap agar apa yang dibahas pada seminar setengah hari ini bisa memberikan manfaat yang lebih baik bagi para peserta dan prodi. Kaprodi begitu antusias dengan mengundang Dr. Ernawati, seorang dosen di prodi PI yang sekaligus adalah seorang praktisi Psikolog dan M. Ganda Mas'udy, M.Sc. seorang alumni psikologi yang juga menjadi pengurus organisasi mahasiswa psikologi di Solo raya. Harapan kaprodi dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa khususnya yang menjadi peserta akan memiliki kemampuan meregulasi emosi ditengah krisis serta tantangan di era sekarang seperti kriris identitas.

Paparan para narasumber berkutat tentang apa yang ada permasalahan yang sering terjadi pada diri mahasiswa gen-Z dan cara menghadapinya dengan dasar keilmuan bidang psikologi yang dipelajari di bangku kuliah. Para peserta diajak sejenak memahami bahwa potensi yang dimiliki lebih besar dibandingkan dengan permasalahan yang dihadapi. Dipandu oleh Dimas Herdianto, Dr. Ernawati mengatakan bahwa pikiran itu ibaratkan bola lampu yang bisa dipegang, sehingga bisa dikontrol dan bisa dibersihkan dari pikiran buruk (overthinking) sebagaimana hal nya halaman rumah yang bisa dibersihkan. Dirinya menekankan bahwa saat menangani tekanan atau krisis dan tidak bisa mengendalikan situasi, maka cara terbaik adalah dengan mengendalikan cara menyikapinya. Selanjutnya pemateri kedua, M. Gandha Mas’udy memberikan penguatan bahwa seringkali manusia maunya dipahami tapi lupa kata memahami sehingga terkadang hal tersebut yang membuat sulit memahami orang lain adalah karna "ada luka yang belum sembuh”. 

Seminar yang dilaksanakan di Lt. 1 Gd. SBSN siang ini (Jum'at, 5/6/2026) yang diikuti sekitar 50-an mahasiswa ini terbukti mampu memberikan berbagai hal yang menarik bagi para peserta dalam mengelola emosi saat menghadapi tekanan yang ada. Para peserta juga terdiri dari beberapa delegasi ormawa, demisioner, juga beberapa dosen dan media partner. Dari banyaknya peserta yang aktif berdikusi, tampak bahwa tema yang diangkat sangat bersinggungan dengan kondisi yang terjadi di kalangan generasi sekarang. (Editor : Tris) Foto : Istimewa