
FUDNews - Komitmen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta untuk terus meningkatkan kompetensi mahasiswa tidak bisa dipungkiri, sangatlah tinggi. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan yang didasari pada pengembangan komunitas, salah satunya dibentuknya Kelompok Studi Mahasiswa (KSM). Kamis pagi ini (30/4/2028) bertempat di Aula Lt. 2 Gd. FUD, diadakan workshop bahasa sekaligus memperkenalkan berdirinya KSM Bahasa FUD UIN Surakarta.
Mengangkat tema “Speak Smart, Score High” KSM Bahasa yang merupakan Lembaga Semi Otonom (LSO) yang menjadi wadah perndampingan para mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing yang ada di lingkungan FUD UIN Surakarta, melakukan workshop untuk mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing khususnya dalam menghadapi TOSA (Test of Standard Arabic) dan TOSE (Test of Standard English). Hadirnya Evy Riski Mularsih, M.Pd. selaku praktisi akademisi yang hadir sebagai pemateri menambah bobot kegiatan ini semakin berarti. Pemateri yang datang dari Pemalang ini memaparkan secara tuntas berbagai jenis ujian bahasa yang ada, serta berbagi tips dan trik dalam menghadapi dan melewati semua ujian itu dengan hasil yang memuaskan.

"Kegiatan ini ditujukan khusus bagi mahasiswa FUD yang belum lulus ujian TOSA dan TOSE" kata Dr. Nur Sidik, Wakil Dekan III FUD saat memberikan arahan dalam seremonial pembukaan acara. Lebih jauh, Wakil Dekan yang membidangi urusan kemahasiswaan, alumni, dan kerjasama ini juga menegaskan pentingnya KSM Bahasa sebagai sarana untuk mempermudah mahasiswa dalam belajar, khususnya dalam mempersiapkan ujian bahasa asing seperti TOSA dan TOSE. Dirinya juga memberikan arahan bahwa adanya KSM haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, tidak terbatas mahasiswa dalam prodi tertentu akan tetapi mahasiswa dari seluruh prodi yang ada di lingkup FUD berhak untuk aktif dan mengikuti seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh KSM Bahasa. "Siapapun mahasiswa FUD yang merasa memiliki kemampuan dalam bahasa asing khususnya bahasa arab dan bahasa inggris, atau bahkan merasa tidak memiliki kemampuan di kedua bahasa tersebut, silahkan memanfaatkan keberadaan KSM Bahasa FUD" tandas WD III. Menutup sambutannya, WD III berharap agar seluruh peserta bisa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang materi yang disampaikan oleh semua pemateri yang dihadirkan.
Selanjutnya dalam sesi intensif, para peserta dibagi menjadi 2 kelompok dengan materi yang berbeda. Dibimbing oleh Rumpoko, M.A. sejumlah peserta secara aktif belajar dan memahami tentang nahwu, shorof, dan tashrif yang ada dalam bahasa arab. Pemateri yang merupakan dosen bahasa arab dari internal UIN Surakarta ini secara khusus memberikan cara singkat memahami materi yang disampaikannya. Sedangkan kelompok kedua yang membahas tentang syntax, conjuction, structure, dan sebagainya dalam bahasa inggris, diampu secara langsung oleh Nr Laili, M.Pd. yang juga merupakan dosen bahasa inggris di UIN Surakarta. Kedua pemateri menggunakan pendekatan konsep yang dihubungkan dengan tes yang akan dihadapi serta beberapa hal yang sering didengar dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta nampak begitu asyik dengan gaya bahasan dari para pemateri. (Editor : Tris) Foto : Istimewa
https://drive.google.com/drive/folders/1QxgVDumtlJ4U9cW2reY30VQ7PJHr0j_r?usp=sharing