Loading...

Perkuat Semangat Toleransi, DEMA FUD Gelar Diskusi Lintas Agama

20 Oktober 2025 13:23 WIB 26
Baca

Sukoharjo (13/10/2025) Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (DEMA FUD) Universitas Islam Negeri Denpasar menggelar kegiatan Diskusi Lintas Agama bertema “Merajut Harmoni dalam keberagaman: Perspektif Agama Agama tentang Hidup Rukun.”
Kegiatan berlangsung di Aula SBSN lantai satu, dengan menghadirkan tiga tokoh lintas agama yakni Zainul Abbas (tokoh agama Islam), WS Chandra(tokoh agama Konghucu), dan Sulistya Wibawa(tokoh agama Katolik).

Acara yang dihadiri oleh mahasiswa umum ini bertujuan memperkuat semangat toleransi dan dialog antarumat beragama di lingkungan kampus. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi yang berlangsung secara terbuka dan interaktif.

Dalam paparannya, Sulistya Wibawa dari FKUB Katolik menegaskan bahwa konflik antaragama sering berawal dari kesalahpahaman dan perbedaan perspektif.

> “Banyak orang keliru, menyembah ‘Agama’ bukan ‘Tuhan’. Masalah biasanya berawal dari kekeliruan bahasa dan perspektif. Karena itu penting adanya saling menghormati,” ujarnya.

Sementara itu, WS Chandra dari FKUB Konghucu menjelaskan makna nilai kebajikan dalam ajaran Konghucu melalui konsep "San Jai" atau tiga keselarasan antara Tuhan, Alam, dan Manusia. Ia juga menuturkan asal-usul salam khas Konghucu,“Wei Tek Tong Dien,” yang bermakna Salam Kebajikan, sebagai simbol penghormatan terhadap kehidupan.

Ketua Panitia, A'azza Rahmawati, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diinisiasi sebagai wadah edukatif untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai keberagaman keyakinan di Indonesia.

> “Kami berharap diskusi lintas agama ini menjadi ruang aman untuk belajar bersama. Bukan untuk membandingkan, tetapi untuk memahami dan menumbuhkan rasa empati,” jelasnya.

Salah satu peserta, Ahmad Shadeva, mahasiswa semester lima FUD, mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru dari kegiatan ini.

> “Saya jadi lebih memahami bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan dan kemanusiaan. Diskusi seperti ini membuat kami lebih terbuka dan menghargai perbedaan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, DEMA FUD menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum-forum akademik dan dialog lintas iman yang berorientasi pada pembentukan generasi mahasiswa moderat, inklusif, dan berwawasan kebangsaan